Malam yang makin menunjukan kelarutannya mendinginkan tubuh yang dilapisi dua jaket tebal, menduduki motor dan mulai mengendarainya hingga tiba ditujuan. Sampainya di bunga mas bertemulah dua jaket tebal itu dengan teman sejurusannya yakni Maria yang setahun lebih tua dari dirinya maka ia memanggilnya dengan sebutan ka’mar.

Ka’mar mulai mengendarai motor sambil melingak linguk kepala untuk mencari sesuap dua suap untuk mengisi perut mala mini. Dua jaket tebal mulai memakan makanan itu di motor. Gila ga sih? Makan makanan plus makan angin juga tuh.

Kami mulai menyusuri panjangnya likunya keloknya perjalanan malam itu, ditambah hujan deras tiba-tiba muncul dan menghujani perjalanan kami yang kian larut. Kami melewati gunung dan hutan yang sangat gelap, mungkin hanya kami yang melewati jalan tersebut.

Sesampainya kami di garut, kami mulai mengemaskan diri untuk beristirahat tidur dan berkhayal besok bisa memperoleh udara gratis yang segar murni bersih di bawah gunung-gunung sekitar garut. Kami pun tidur.

pagi yang cerah untuk jiwa yang bersih, udara segar berhembus dingin menari-nari mengelilingi ilalang. ku hirup udara yang Allah kasih itu dengan penuh nikmat, karena mungkin udara sesegar ini tidak aku dapatkan di jakarta.

kami berkeliling melewati sawah, ilalang dan sungai. kami juga memperhatikan gunung-gunung yang mengelilingi garut begitu amat banyak dan indah di pandang.. itulah yang menjadi alasan kenapa garut sangat dingin dan banyak sekali lokasi yang dijadikan tempat wisata karena keadaan alamnya yang indah.

Gambar

garut itu sangat terkenal dengan banyaknya tempat-tempat indah yang dijadikan tempat wisata rekreasi, pariwisata bahkan orang asing pun tak jarang mengahampiri nya. namun orang garut(asli) itu sendiri cenderung tidak punya banyak keinginan utnuk menjelajahi kotanya sendiri. (loh? kenapa ya?)

setelah pagi kami berkeliling, lalu back to nenden’s home lalu kita makan bareng nenden’s family with Kangkung, Tempe+Tahu di atas madani menghadap arah TV. setelah makan kami berbincang-bincang apapun yang ingin kami bincangkan dari mulai lelucon belaka hingga yang seriusnya.

aku memutuskan untuk pulang duluan yakni sekitar pukul 09.00 wib dengan mengendarai motor. masih ada ka’mar dan yeni yang satu hari lagi merasakan Garut, mereka berniat belajar bersama mengerjakan makalah “Referat” (dalam Bahasa Rusia) mata kuliah pak Salavat Latihan Percakapan Bahasa Rusia. nah, karena aku ada kegiatan lain yang agaknya lebih penting cukup dulu lah refreshing ke garut di akhiri saat itu juga, dan alamdulillah nya aku sudah membuat makalah itu dan telah mempresentasikannya di depan teman-teman. walaupun disuruh “Pa Ruskii !” (Gunakan Bahasa Rusia !) hahaha dan baru pertama kali ngerasain presentasi ala ngaco alias campur aduk bahasa antara indonesia, inggris, rusia bahkan sundapun ikut serta.

sedikit rada sebel dengan pak Salavat. Why? karena ketika bercakap-cakap beliau enggan membuka mulutnya dengan gerakan intonasi yang benar dan ditambah budaya orang rusia kalau bicara negbut banget kebelet pipis kali yak?. hehe jadi sulit memahami apa yang dikatakan beliau. tapi Luar biasa aku banyak belajar dari beliau salah satunya kalau jalan beliau cepat sekali langkahnya dalam hitungan detik hilanglah beliau begitu saja.

kami belajar banyak tentang kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s