Biar jatuh ku bangkit semula

Biar lemas ku renangi jiwa

Biar payah ku terus arungi

 

            Bumi yang luas dengan hamparan keindahan yang tiada tara dan manusia dengan seluruh kesempurnaan nya. Kini ku memilih duduk, berfikir, merenung, dan mulai menggerakkan jari-jari yang telah lama tak seperti ini.

            Detik-detik waktu ini kian berlalu, jari-jariku pun tumbuh semakin dewasa saja. Namun sepertinya jiwaku belum dewasa. Orang lain menganggapku dewasa. Yah, Dewasa. It’s what you know. Renungan itu kembali hadir. Begitu banyak sekali kekuranganku yang Engkau tutupi ya Robb. ingin sekali rasanya aku berteriak kepada semua orang bahwa aku ini hanyalah manusia yang “HINA” tanpaMu. Namun suaraku adalah Aurat. Begitu sayangnya Engkau padaku.

            Aibku Engkau tutupi, dosaku Engkau ampuni, hidupku Engkau penuhi, nafasku Engkau beri, makanku Engkau cukupi. Ya Robbi, apalah arti ibadah ku selama ini. Sedang Engkau mengasihiku dari aku lahir ke bumi ini sampai aku bisa seperti ini?.

            Bahkan dengan semua nikmat itu, kadang saja aku masih enggan bersyukur. Aku masih menginginkan ini itu dan lainnya. Keduniawian ya Robb. Padahal Engkau telah janjikan Syurga untukku, jika aku bersyukur.

            Kini, aku dihadiahkan ujian indah olehMu. Hadirnya sosok pemberani yang berniat baik. Bagaimana mungkin aku bisa menerimanya tanpa landasanMu ya Robb. Sedang Engkau adalah pencemburu hebat yang ku tahu. Engkau memasang-masangkan kami sesuai dengan fitrah kami. Naluri ku memlilihMu.

            Aku ingin seperti Robi’atul Adwiyah, yang mengabdikan diri sepenuhnya kepadaMu. Tanpa ku mencintai sosok manusia di dunia. Menghabiskan usia didunia hanya untukMu, sepenuhnya. Tanpa ku memikirkan diriku, sekalipun. Aku ingin hidupku ini hanya untukMu. Aku serahkan seluruh raga dan jiwaku ini untukMu ya Robb.

            Langkah tanganku terhenti di kalimat ini, ragapun menunduk pilu dan bulir-bulir air matapun menetes menyentuh keyboard. Bagaimana mungkin aku bisa? Apa yang harus aku lakukan. mencintaiMu pun rasanya sangat jauh dari kata sempurna. Bagaimana mungkin aku akan menghadirkan sosok itu dan mulai mencintainya. Bagaimana bisa aku mencintainya dan mencintaiMu juga. Ah, aku ingin mencintaiMu saja ya Rabb, SATU hanya ENGKAU.

            Oh Robb, apakah ini yang disebut cinta sejati?

            Cinta yang hanya aku berikan kepadaMu saja. Biarlah Engkau mencintai Kekasih Engkau Muhammad Saw, Musa As dan hamba-hamba yang jua mencintaiMu, Tuhannya. Aku tak peduli seberapa banyak makhluk yang mencintaiMu dengan tulus. Aku hanya ingin menyerahkan diriku untukMu dan aku yakin Engkau tahu akan hal ini. Betapa cintaNya aku padaMu. Aku hanya berharap, aku bisa bertemu Engkau, hanya itu.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s