Bismillah…

Rasanya sudah lama sekali aku tidak menulis, Menggerakkan tanganku, Menuangkan segala rasaku, Disini. Rindu tangan ini menyentuh keyboard, rindu untuk menitihkan air mata dan menunduk pilu didepan layar laptop, yang sekian lama ku lupakan. Aku sedang tidak mempedulikan apapun di sekitarku. Entah. Kondisi hatiku;membatin.

Sudah terlalu jauh aku dari kenyataan, sastra telah membawaku banyak bermimpi, berkhayal, bersyair, berpuisi, bernyanyi dan bersedih. Karena memakan pahitnya lebah yang telah menghisap maduku sendiri. Begitu gelapnya jalanku, butanya mataku, pening kepala ini. Karena sudah terlalu jauh aku dari Nya.

Betapa ingin aku pergi dari kehidupan ini, cepat menyusul khadijah, aisyah, asiyah, fatimah, zainab, dan semua syahidah Allah. Sayangnya bekalku belum cukup, hutangku masih dimana-mana, baik itu materi ataupun budi. Aku takut neraka namun aku berharap syurga. Ah manusia memang penuh kebimbangan.

Dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa Allah memang memberikan kelemahan kepada manusia yang diantaranya adalah bersifat kikir dan keluh kesah. Terlalu memperhatikan dirinya sendiri sampai lupa akan perhatiannya kepada sekitar itu juga termasuk kikir. Tidak makan demi menghemat yah mungkin itu juga bisa disebut kikir karena Allah telah mengatur kita sampai rezeki untuk makan sekalipun.

Manusia berkeluh kesah. Diberikan ujian ia mengeluh, di berikan nikmat ia resah. Manusia selalu terombang-ambing, pasang-surut, naik-turun iman nya. Mungkin wajar manusia mengeluarkan bahasa “galau” karena begitu dahsyat kebimbangan manusia. Sehingga menghasilkan sesuatu yang bernilai menurut manusia itu sendiri tak tahu di hadapan Allah.

Allah, Kau bagai obat penenang yang menenangkan aku ketika aku sendiri. Melindungiku ketika aku menyebut-nyebutMu, dan kini aku tak rasakan itu. begitukah aku jauh darimu. Ya Allah ampuni hamba.

Mengukir cinta ku tak bisa, mengukir hati pun tak kuasa. Berlari dalam hidup yang tak menentu. Menggapai dunia ku kecewa, menggapai surga aku pun tak kuasa. Akhirnya selalu menangis dan merenung akan dosa lalu.

Ku mengharapkan ketenangan yang datang pada jiwa sampai ku terjaga, ku impikan cinta satu yang datang dalam qalbu sampai ku menunggu sahara di pelupuk senja yang indah bagai surga, fitah rasa cinta. Kepada Mu meminta keindahan dunia dan ketenangan untuk jiwa yang selalu berdo’a.

Allah lah tempat kembali terbaik untuk mu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s