image

Deskripsi ke-konyolan masa kecil :

1. Memetik Bunga

Pada malam hari yang belum begitu gelap, tukang sate lewat lalu berteriak “saaa…teee, saaa…tteee” kemudian ibuku langsung nyaut “bang, sate bang… Beli”. Ibuku langsung berlalu keluar rumah sambil membuka pagar dan aku mengikutinya yang saat itu belum terlalu lancar berjalan alias masih merangkak. Ibuku lalu mendudukan aku disebuah tempat duduk lokasinya depan pagar rumahku dan dibawahnya terdapat kotak selokan yang pinggirannya banyak bunga.

Nah, aku sangat tertarik dengan bunga-bunga tersebut dan berusaha untuk meraihnya hingga kepalaku masuk terperosok kedalam kotak selokan tersebut sambil tangan menggenggam bunga-bunga. Seketika tukang sate berteriak “Buuu, anaknya buu” lalu ibuku menjawab “kenapa bang?” Tukang sate yang berusaha meraihku akhirnya diambil alih oleh ibuku secara pelan-pelan dan yap berhasil kembali ke gendongan ibuku dan ajaibnya tanpa tangisan, jeritan dan titisan air mata setitispun. Justru aku malah senyam-senyum karena berhasil memetik banyak bunga. Padahal jidat dan kepalanya tergores kotak selokan dan mengeluarkan darah walaupun tidak sampai bocooor. Wkwkwk.

2. Mandi Oli

Pada sore hari yang cerah aku ditinggal pergi oleh ibuku yang saat itu mau menggantikan ayahku jaga toko di pasar koja (saat itu belum ada karyawan). Aku bermain di halaman rumah kadang berjalan dan merangkak. Segalanya aku acak-acak dan Nah, menemukan bak yang berisi oli.

Awalnya, mencelupkan satu tangan kemudian keduanya dan kedua kaki pun ikut masuk alhasil nyeburlah diriku di bak oli. Wahaha. Aku bermain didalam bak cukup lama sampai kedua orangtuaku pulang dan tertawa “Yaampun, anakmu ini Beh” ayahku pun tertawa. Lalu aku diangkat dan di mandiiin dengan sekian kali bilasanpun masih licin. Wkwkwk.

3. Ondel-Ondel

Di jakarta pada tahun 95an, setiap sore hari selalu ada pertunjukan. Entah itu egrang, ondel-ondel, badut tinggi dll. Seperti biasa, aku ditinggal dirumah dengan pagar terbuka (*yaampun gatakut banget ya anaknya diculik) kemudian dari jauh terdengar lagu ondel-ondel. Kebetulan aku berada di kamar depan dengan pintu terkunci dan jendela terbuka. Aku penasaran ingin lihat, aku dekati jendela dan dengan pose memegang besi jendela memperhatikan halaman depan rumah dan Yak, ondel-ondel nya semakin dekat daaan ternyata buka pagar.

Awalnya aku masih kegirangan lihat ondel-ondelnya. Lalu, ondel-ondel nya masuk ke halaman rumah. Ternyata ga cuma satu dan Gedee banget. Udah gitu ngedeketin aku ke jendela sambil joget-joget. Huaaaaa kan jadi nangis kejer disitu. Udah gitu ondel-ondelnya ga pergi-pergi. Tambahlah aku kejer nangisnya. Sampai orangtuaku pulang. Wwkwk. Gimana si katanya mau lihat ondel-ondel dideketin takut?😀

4. Digendong sama Mbah Uti

Pagi-pagi sekali aku dibawa pergi sama Mbah Uti (Ibunya Ayahku). Aku di bawa ke toko emas dipakein gelang, anting, gelang kaki apalah lagi aku lupa. Dibawa ke studio foto, ditelanjangi*ups, difoto, di rubah-rubah posenya. Di pakein baju lagi daaaan ini yang paling penting, karena si sarah ini anteng bangetnya kebangetan sampe-sampe Mbah Utinya ke toilet dia ditinggal didepan pintu toilet Mbahnya. Pas Mbahnya keluar segala perhiasan yang barusan dibeliin Mbahnya hilang.

Tereeeng!, pulang ke rumah dan Mbahku bilang sm ibuku “Nur, sudah tak belikan emas anakmu, tak telanjangi, tak foto. Lah hilang segala emas yg tak belikan tadi diambil orang. Anakmu lho toh nuur anteng nya ree. Sampe-sampe sama orang yang ga dikenal diem aja”. Wkwkwk. Lalu ibuku cuma bisa senyum dan bilang ” emasnya masih ada ko Bu, di foto” Wkwkwk. Fine.

5. Kejebur G*t

Umurku sudah lebih dari 5th saat itu, hobiku main sepeda. Pecicilan gabisa diem. Sering banget kejebur *ot. OMG. Sampe anak tetangga gendong-gendong dan bilang “Mamanya sarah, sarahnya pingsan. Sarahnya kejebur *ot!!!” Buat panik orangtua aja kerjaannya. Emang kelakuan-kelakuan😛

5. Jatuh berkali-kali dari ayunan

Kalau ibuku ingin pergi ke toko, kadang suka tidurin aku dulu di ayunan. Kadang aku tidur kadang juga pura-pura tidur alias tidur pas ibuku ngayun-ngayun aja. Pas ngayunnya berhenti aku bangun.

Daan seringkali jatuh karena berusaha turun dan bergerak kesana kemari. Ambil mainanlah, jilatin apalah, ambil minum, nyalain tv, atau malah mainan air di kamar mandi. Dan itu anteng sampe ibuku pulang lalu bilang “Yaampun saaraaaah, gimana caranya kamu turun dari ayunan itu? *sambil bergumam sendiri*”. Dan melihat aku yang sudah basah kuyup mainan air. Wkwkwk.

Cerita berdasarkan fakta dan di ceritakan kembali oleh kedua orangtuaku
Segitu dulu cerita masa kecilku, masih banyak sih…

Bersambung aja deh ya😉
Mana cerita masa kecilmu?

2 pemikiran pada “Humor Masa Kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s